Monday, August 15, 2011

Apa impianmu??

pernah melakukan sesuatu yang membuat mu benar-benar merasa lega? seperti sedang berada di tengah kebun teh yang hijau dengan udara yang sejuk dan sangat segar? hhmmmmm........ itu adalah hal paling membahagiakan. Dulu, sejak SD aku sukaaaa sekali matematika, bahkan aku ingin semua pelajaran yang kupelajari hanya matematika. Aku tidak suka olahraga, aku kadang berfikir, lebih baik disuruh mengerjakan bernomor-nomor soal-soal matematika ketimbang mengikuti pelajaran olah raga. Kecintaanku terhadap matematika masih berlanjut hingga SMA.
Tapi akhir akhir ini aku mulai berpikir, berpikir apakah matematika yang benar-benar aku suka? benarkah ini yang akan kujalani sebagai keahlian ku dalam hidupku yang singkat ini? sesak napas saat membaca materinya, saat mengerjakan soalnya, intuisi yang tak setajam dulu. Apa yang terjadi? apakah semua sudah berubah..???
Hmmmmmhhhh............ hidup ini hanya tempat persinggahan untuk minum air. sesingkat itukah hidup ini? lalu apa yang harus kita lakukan selama minum air agar  kita kembali padaNYA dengan suatu pengabdian di dunia ini???
Akhir-akhir ini aku mulai tertarik pada satu hal... MENULIS... aku membuat blog ini juga karena merasa mulai mencintai menulis... ada perasaan lega, napas yang lega saat aku mulai menggerakkan jemariku pada keyboard......
Tapi, aku masih ragu, inikah yang aku suka? apakah suatu saat nanti aku juga akan berubah seperti perubahan ku dari mencintai matematika selama bertahun-tahun menjadi mencintai menulis seperti saat ini? Tidakkah sikap plin plan ku ini akan membawaku pada jurang kesuraman masa depan?

Sunday, August 14, 2011

lyric appear by Kim Bum Soo

Wae nae nunape natana
Wae nega jakku natana
Du nuneul gamgo nuumyeon
Wae ni eolguri tteoolla OH

Byeol il anindeut hadaga
Gaseumi naeryeo andaga
Seuchineun iringe aniraneungeol
Geugeotmaneun bunmyeonghangabwa
Sarangingabwa OH OH

Nae moseubi bujokhadago neukkin jeok eopseosseo
Haru kkeutjaragi aswiun jeokdo eopseosseo OOH
Geunde malya jom isanghae mweonga
Bin teumi saenggyeobeoryeonnabwa
Nigawaya chaeweojineun teumi isanghae

Salmeun da saraya aneungeonji
Ajik ireol mami namgin haesseonneunji
Sesang gajang na swibge bwatdeon
Sarangttaeme tto eojireoweo

Wae nae nunape natana
Wae nega jakku natana
Du nuneul gamgo nuumyeon
Wae ni eolguri tteoolla OH

Byeol il anindeut hadaga
Gaseumi naeryeo andaga
Seuchineun iringe aniraneungeol
Geugeotmaneun bunmyeonghangabwa
Sarangingabwa
Sarangiya 
Sarangiya OH OOH

Geuri nollalgeon aniljirado
Geuge neoraneungeon midgi himdeungeol
Kkoape neoreul dugoseodo
Mollatdeon naega deo isanghae

Wae nae nunape natana
Wae nega jakku natana
Du nuneul gamgo nuumyeon
Wae ni eolguri tteoolla OH

Byeol il anindeut hadaga
Gaseumi naeryeo andaga
Seuchineun iringe aniraneungeol
Geugeotmaneun bunmyeonghangabwa
Sarangingabwa~ OH
Ireollyeogo niga naegyeote ongeongabwa

Monday, August 08, 2011

Memaknai Bangun Pagi

Bangun pagi, apa yang pertama terlintas di benak kamu? rutinitas yang akan dijalani seharian ini? atau kamu terbangun dengan beban masalah yang membayangi sejak kemarin? atau kamu bangun dengan gembira karena hari ini adalah hari yang istimewa... semua orang punya kesibukan beragam sejak meninggalkan tempat tidurnya di pagi hari.

Pagi ini untuk pertama kalinya saya bangun lebih awal dari biasanya, tidak seperti hari hari sebelumnya sejak kepulangan saya dari Jakarta, saya selalu bangun kesiangan, he he he... Bangun pagi setelah membuat segelas kopi susu panas saya lalu beranjak ke kamar dan membaca Alkitab, merenunginya sejenak. setelah itu saya kemudian membuka laptop dan menulis di blog ini.

Sampai pada tulisan ini, beberapa saat yang lalu saya telah meneguk habis segelas kopi susu itu.. pagi ini saya mulai tersadar bahwa selama ini saya kurang memaknai hidup, bangun pagi dengan rutinitas yang itu-itu saja, bahkan seperti mengulang kembali hal yang terjadi kemarin, kemarin dulu dan hari-hari sebelumnya, tak ada yang terlalu istimewa untuk dibuat menjadi sebuah cerita yang menarik. Saya memang belum menemukan inspirasi, apa yang harus saya lakukan agar bangun pagi menjadi bermakna dan aktivitas selanjutnya juga akan bermakna. Adakah di antara teman-teman yang bisa membantu ?

Sunday, August 07, 2011

SEMOGA BISA MENJADI INSPIRASI

Dari seorang teman.
Artikel kisah nyata dari rekan suatu Komunitas
Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara.Org itu sdh tua,kisaran 60 thn.Si Bpk adl pengusaha asal Singapura,dgn logat bicara gaya melayu&english,beliau menceritakan pengal...aman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.
Beliau berkata,"Ur country is so rich!"
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu."Indonesia doesn't need the world,but the world needs Indonesia,"lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia,U don't need the world."
"Mudah saja,Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can't be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.Bisa terbayang uang yg masuk ke kami,apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat.Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?Ya,bener2 panik.Sangat terasa,we are nothing.Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia.
Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!
Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo.
Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.
Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!
Plis BM ya biar sampe ke seluruh bangsa Indonesia....
artikel trus sya copy paste, untuk meenyadarkan kita2 dan berbuat lebih baik lg untuk NKRI, buktinya australia juga takut kalau gk kirim sapi ke Indonesia...
''semoga menjadi inspirasi''


Artikel ini saya ambil dari salah seorang teman di STIS Brilian Surya, artikel ini juga bisa dilihat di http://www.facebook.com/groups/sekolahtinggiilmustatistik2011/doc/?id=263786410313868

Paerengan dan Lebonna

Sebuah cerita rakyat dari Tana Toraja, bisa dikatakan ini adalah Romeo 'n' Juliet versi Toraja.

Dulu nih, duluuuuu banget sampe nggak tahu tahun berapa... he he he, hiduplah seorang gadis cantik, kulit putih, rambut panjang, hidung mancung dan tubuh tinggi semampai, Ia berasal dari daerah Bau bonggakaradeng. Namanya Lebonna, karena kecantikannya banyak cowok pada zaman itu yang naksir sama dia.


Suatu hari, ia jatuh cinta sama seorang cowok yang tampan dan pemberani juga sakti, Dialah Massudilalong Paerengan. Nah.... ternyata cinta Lebonna pun terbalaskan oleh Paerengan, mereka pun memutuskan untuk menjalin kasih dan berjanji untuk sehidup semati, juga dikuburkan di tempat yang sama.


Naahhh.... seiring berjalannya waktu nih, hubungan mereka semakin mesra aja, hal ini tentunya membuat para gadis dan pria yang naksir sama Paerengan dan Lebonna jadi iri... he he he


suatu hari nih, terdengarlah kabar bahwa daerah tetangga akan melakukan penyerangan, nah sebagai seorang Ksatria dan pemberani Paerengan diperintahkan untuk terjun langsung ke medan perang sebagai pemimpin. mereka pun akhirnya berangkat ke medan pertempuran, yang dalam bahasa torajanya, perang ini biasa disebut "Mangrari".


Tapi, secara diam-diam ternyata ada salah seorang dari prajurit Paerengan yang meninggalkan medan perang dan pulang ke kampung,. Ia menemui Lebonna yang asik menenun sambil menunggu Paerengan pulang, ia berbohong bahwa Paerengan telah mati di medan perang. hati Lebonna sangat hancur mendengar kabar itu. sang prajurit ini berpura-pura sedih untuk menarik simpati Lebonna agar Lebonna jatuh ke dalam pelukannya, tapi trik jahatnya ini tidak mempengaruhi Lebonna sama sekali, Ia mengunci diri di kamar dan merenungkan tentang janji sehidup sematinya dengan Paerengan, berhari hari ia tidak makan dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri untuk membuktikan cinta sucinya kepada Paerengan. Lebonna diupacarakan dengan cara dialuk (orang toraja melakukan upacara kematian untuk menghormati orang yang telah meninggal) sebelum Ia dikuburkan di dalam sebuah gua atau liang di desa Salubarani di Lembang Bua Kayu. Menurut cerita nih, pas pintu gua atau liang mau ditutup rapat, ternyata rambut panjang Lebonna masih menjuntai keluar, konon katanya Ia tidak rela dikuburkan sendiri, Ia ingin dikuburkan bersama Paerengan, sesuai dengan janji mereka dulu.


Setelah Paerengan memenangkan pertempuran, Ia pun pulang dan ingin segera menemui kekasihnya Lebonna. Tetapi alangkah terkejutnya Paerengan ketika tahu bahwa Lebonna telah meninggal, alangkah terpuruknya Paerengan, kekasih yang sangat dicintainya ternyata telah pergi untuk selama-lamanya. 


Setelah mengetahui kabar meninggalnya Lebonna, hari-hari Paerengan pun berubah suram, Ia tak bersemangat lagi seperti dulu. Ia terus merenung, merenungi akan janji sehidup semati mereka.


Tersebutlah seorang tangan kanan atau orang kepercayaan Paerengan bernama Dodeng. Dodeng ini ceritanya punya pohon enau yang dekat dengan kuburan Lebonna. Pada suatu hari Si Dodeng ini telat buat ngambil nira/arak/tuak yang harusnya diambil pada pagi dan sore hari, ia mengambilnya pada petang hari setelah matahari terbenam. 



Waktu si Dodeng lagi ngambil arak nih, terdengar ada suara yang manggil-manggil dia, dia ngerasa kalau suara itu tidak asing dan akhirnya Ia menyadari bahwa itu adalah suara Lebonna, kekasih tuannya, Paerengan. apakah tujuan Lebonna menyapa Dodeng? tentunya ada pesan yang ingin ia sampaikan pada Massudilalong Paerengan. masyarakat Toraja mengenal pesan yang disampaikan Lebonna tersebut melalui sebuah lagu.. (lagu ini kemudian menjadi favorit saya beberapa hari ini... he he he)... kita simak laguna....

Dodeng Mangrambi mang dedek
Dodeng Ma’patuang –tuak

Rampanan pi pededekmu
Anna pi pe pamaru’mu
Ammu perangngi na’ mati’
Ammu tanding talinga na’

Parampoan na’ kadangku
Pepasan mase-maseku
Lako to massudi lalong
Muane sang kalamma’ku

Mukua Duka
La sang mate ki’ e so’e
Paerengan oo rendengku

Angku dolo angku mate
Angku ma’ paliu aku
Tae’ sia la matena
Lasisarakna’ sunga’na
Kandean bo’bo’ na lebon
Rimbakan pote bolongna

Ulli’-ulli’ sola duka
Borro sito’doan duka
Urriu ponno lalanna
Tarru kandu passuleanna


Sedikit arti dari lirik lagu diatas adalah :
Hei.. Dodeng yang mengambil tuak, hentikanlah dahulu aktivitasmu. Dengarlah pesan deritaku… untuk kekasihku Massudilalong…. Katanya akan sependeritaan… Juga sehidup-semati…. Aku telah duluan mati, dan saya selalu berharap janji kita akan kau tepati. Tapi apa? Itu semua Cuma bohong, ia masih hidup tapi saya telah mati.

Mendengar suara itu, Dodeng langsung mengambil langkah seribu dan pulang ke rumah, ia tak sempat lagi mengambil tuak. Sesampainya di rumah, ia langsung keringat dingin dan langsung jatuh sakit.

Dodeng tidak menceritakan hal ini kepada Paerengan karena masih belum yakin apakah suara Lebonna itu benar-benar ada ataukah itu hanya halusinasinya saja. Untuk meyakinkan dirinya, setelah sehat kembali Ia pergi lagi ke pohon enau dekat Liang tempat Lebonna disemayamkan, dan alangkah terkejutnya Dodeng ketika suara Lebonna kembali terdengar, ia pun kembali pulang dengan terbirit-birit. Sejak saat itu sikap Dodeng berubah, melihat perubahan itu Paerengan mendesak Dodeng untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Akhirnya Dodeng menceritakan tentang suara yang ia dengar tersebut.


Tak percaya dengan hal itu, Paerengan pun ikut saat Dodeng pergi mengambil tuak di pohon enau dekat Liang Lebonna tersebut, dan alangkah terkejutnya ia ketika mendengar sendiri suara rintihan kepedihan Lebonna tersebut. Ia pun pulang dan kembali merenung tentang janji sehidup semati mereka berdua. 


Paerengan pun telah mengambil keputusan, ia menyuruh semua pengawalnya mengumpulkan tombak, ia mengatakan bahwa ia akan mengadakan upacara "Merok", menyembelih kerbau dengan cara ditombak. Esoknya semua pasukan berkumpul di lapangan terbuka dengan tombak yang telah siap, keluarga Paerengan juga hadir dalam upacara tersebut. Ia lalu naik ke atas pendopo, orang-orang berpikir bahwa ia akan berpidato, karena memang begitu lazimnya yang dilakukan oleh pemimpin ketika upacara ini diadakan. Tetapi ternyata Paerengan melompat dari atas pendopo tepat diatas ratusan mata tombak yang telah ditancapkan sebelumnya. Paerengan pun mati secara mengenaskan. Ia telah menepati janji sehidup semati pada kekasih yang sangat dicintainya.


Paerengan dimakamkan tidak sama dengan tempat Lebonna dimakamkan, hal ini membuat arwahnya tidak tenang dan jenazahnya selalu muncul di rumahnya, hal ini terjadi sebanyak tiga kali. Akhirnya Dodeng pun menceritakan hal ini kepada keluarga Paerengan. Jenazah Paerengan pun dipindahkan bersama dengan Lebonna dalam satu liang setelah itu arwahnya pun tenang....


Ceritanya fiksi banget yaa... kalau dipikir ini adalah hal yang mustahil terjadi di zaman cyber kayak sekarang.. tapi cerita tetaplah cerita, kita nggak tau apakah hal seperti itu bener-benar terjadi di masa lalu, benarkah arwah bisa tidak tenang karena menunggu kekasihnya untuk menepati janji....... 


Cerita ini sudah bergulir secara turun temurun di Tana Toraja, mungkin sebagai penghibur buat anak-anak, semacam dongeng mau tidur gitu.. he he.. tapi di setiap cerita pasti ada hikmahnya, terlepas dari betul atau tidaknya kisah ini, kita bisa mengambil sebuah hikmah bahwa jangan sembarang mengumbar janji, karena kita nggak tahu bisa menepati atau nggak, apalagi janji sehidup semati.. yang arti harfiahnya satu hidup satu mati, gue hidup lo aja yang mati... he he he he......



Thursday, August 04, 2011

Siapa Yang Pantas Disebut Pahlawan??

 Cerpen ini sudah saya terbitkan di blog saya sebelumnya (http://www.blognaamel.blogspot.com) juga di catatan fesbuk. tapi karena ini adalah cerpen pertama saya yang mendapat penghargaan (Juara II Lomba Cerpen KIR SMA 1 Polewali, he he he .... ). ini sekaligus menjadi cerpen perdana saya, perdana karena saya sudah sering mengarang cerpen tapi belum ada satupun yang sampai terselesaikan endingnya, ini cerpen pertama saya yang punya ending.... dan ini adalah cerpen yang memotivasi saya untuk mengarang yang lainnya lagi....... nah sekarang silahkeun dibaca yaaaahhh.......... cekidooot....

 SIAPA YANG PANTAS DISEBUT PAHLAWAN??

Ivan berjalan tertatih-tatih menuju trotoar jalan raya saat lampu jalan sudah mulai menyala, sepintas ia melirik jam tangannya, sudah pukul 6 sore. Rasa perih di pelipis kanannya kian terasa saat hembusan angin sore mengenai wajahnya. “auwww” ia meringis kecil sambil memegangi pelipisnya itu. Belum reda rasa perih di pelipisnya, rasa sakit dan mual kembali muncul dari bagian tubuhnya yang lain, perutnya kini juga mulai bereaksi merespon pukulan bertubi-tubi dari anak-anak SMA 21 di gang belakang sekolahnya tadi. Bagaimana tidak, ia dikeroyok oleh lima orang siswa berseragam SMA 21 dan ia hanya sendiri.
Beberapa meter berjalan ia pun sampai di halte tempat ia biasa menunggu mobil angkutan yang akan membawanya ke rumahnya. Sambil menunggu, Ivan membeli sebotol minuman soda untuk melegakan tenggorokannya yang dari tadi kering, mungkin juga ini akan membuat rasa mualnya sedikit hilang. Sambil meminum minuman soda Ivan duduk menatap setiap kendaraan yang lewat. Jalan raya sore ini tampak sangat ramai, ya ini memang hari sabtu, waktunya untuk melepas kepenatan dari seminggu beraktivitas. Semakin lama memandang ke jalan raya, dengan lalu lalang kendaraan yang begitu banyak membuat kepala Ivan menjadi pusing, perutnya semakin terasa mual. Sesaat kemudian jalan raya seolah menjadi putih, semuanya berkunang-kunang……… dan Ivan akhirnya terjatuh di trotoar dari tempatnya duduk. Darah segar mengucur dari pelipisnya yang memang sudah luka.
**************************
“Hei, apakah Anda orang Indonesia juga?” samar-samar Ivan mendengar seseorang berbicara. “Ya, saya dari Indonesia, kita sama”, jawab suara yang lain. Perlahan-lahan Ivan membuka matanya. Tampak di sekelilingnya suasana yang sejuk, tempat yang begitu berbeda dengan suasana jalan raya yang bising dan penuh dengan polusi udara tadi.
“Hmmmm….. kalau melihat dari pakaian Anda, saya bisa menebak kalau Anda dulu adalah seorang tentara?”, Tanya seseorang berpakaian dokter kepada seorang yang berpakaian seperti anggota TNI lengkap dengan banyak tanda jasa di seragamnya. “Ya benar” jawabnya dengan bangga. Ivan heran melihat semuanya, ia bertanya-tanya di dalam hatinya di manakah ia sebenarnya? Mengapa ada dua orang ini di sini?. Belum habis keheranan Ivan, si bapak TNI memanggilnya untuk ikut bergabung dengan mereka.
“Saya adalah orang yang sangat berjasa bagi Negara Indonesia?” kata bapak TNI dengan bangganya. “Kenapa bapak berkata seperti itu?”, Tanya sang dokter kemudian. “Anda tak tahu? Saya adalah pelindung Negara, tanpa saya Indonesia akan terus diserang oleh pihak asing, saya dan teman-teman saya adalah benteng Negara.” Katanya dengan nada tinggi dan tersirat perasaan bangga. “Saya rasa Anda salah, lalu bagaimana jika Anda sakit? Tentu saja Anda tak bisa melindungi Negara dengan baik kan?”, kata si dokter tak mau kalah. “Tentu saja saya akan pergi ke dokter”. “Begitu? Jadi yang pantas disebut pahlawan di sini adalah saya. Tanpa saya dan teman-teman saya Anda dan para anggota TNI lainnya tidak akan bisa berbuat apa-apa jika kalian sakit.” Kata si dokter dengan mantap. Si bapak TNI hanya tersenyum kecut kepada sang dokter. Ivan semakin bingung, ia tak tahu harus berbuat apa. Ia sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan kedua orang tersebut. Ivan adalah tipe anak SMU yang tidak peduli pada masalah sosial, yang dipedulikannya hanyalah bagaimana cara meloncat pagar ketika tiba di sekolah, cara membuat contekan tercanggih dan cara-cara membuat hidup menjadi fun.



“Anda semua salah bapak-bapak, tidakkah Anda menyadari bagaimana kalian semua bisa menjadi seorang TNI ataupun seorang dokter?” tiba-tiba muncul seorang wanita berpakaian rapih. “Tentu saja saya bisa meraih semua ini dengan kerja keras, pantang menyerah hinga saya bisa masuk ke Akademi Militer.” kata bapak TNI dengan mantap. “Ya, saya juga bisa meraih semua ini dengan kerja keras yang telah saya lakukan bertahun-tahun. Saya belajar keras hingga bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri.” Timpal si dokter tak kalah mantapnya.
“Begitukah? Ya Anda semua bisa sesukses ini karena Anda memulainya dari belajar terlebih dahulu mengenai hal tersebut. Lalu siapa yang telah mengajari Anda? Tidakkah Anda sadari bahwa ada orang-orang yang telah sangat berjasa dalam hidup Anda, yang membuat Anda bisa membaca, menulis dan berbicara. Menjadikan Anda dari seorang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu? Merekalah guru, seperti saya. Anda semua tidak akan bisa melindungi Negara dan mengobati orang sakit jika saja tidak ada guru yang semula mengajari Anda. Jadi yang pantas disebut pahlawan di sini adalah saya. Pahlawan tanpa tanda jasa, bukan hanya bapak TNI yang punya banyak tanda jasa di pakaian yang layak disebut pahlawan.” Celoteh sang Ibu guru panjang lebar.
Perlahan-lahan Ivan mulai tertarik dengan pembicaraan mereka. Perdebatan antara siapakah yang paling pantas disebut sebagai pahlawan.
“Tapi bagaimana caranya Ibu akan mengajar kalau ibu sedang sakit? Ibu pasti membutuhkan seorang dokter kan?”, kata si dokter ketus. “Ya, dan bagaimana juga ibu bisa mengajar kalau suasana Negara tidak tenang dan kita masih dijajah? Anda pasti membutuhkan seorang yang kuat seperti saya untuk berlindung kan?” timpal si bapak TNI tak mau kalah.
“Lalu bagaimana Anda semua bisa melakukan hal-hal dalam hidup Anda tanpa seni. Kita semua tahu seni ada di mana-mana. Senjata yang bapak pergunakan dirancang sedemikian rupa untuk membuat bapak nyaman. Itu adalah seni. Rumah sakit yang dokter pergunakan dirancang dengan arsitektur terbaik untuk membuat pasien menjadi nyaman dirawat di dalamnya. Buku-buku pelajaran yang ibu gunakan dirancang dengan menarik untuk membuat siswa tidak bosan mempelajarinya. Itu adalah seni. Jadi kalian tidak bisa melakukan banyak hal dengan nyaman tanpa seni. Senimanlah yang sebenarnya pantas disebut sebagai pahlawan, meskipun banyak orang yang kadang tak memandang kami selama ini.” Seorang berambut gondrong tiba-tiba muncul dan turut berkomentar dalam pembicaraan tersebut.
Si bapak TNI, dokter dan guru hanya bisa tertawa merendahkan si seniman. “Selama saya hidup di dunia, saya belum pernah mendengar seorang seniman disebut sebagai pahlawan pak, bapak jangan mimpi untuk bisa menjadi pahlawan.” Kata Bapak TNI dengan sombongnya.
“Hmmmm…… mendengar pembicaraan bapak-bapak dan ibu dari tadi, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa semua orang layak disebut sebagai pahlawan. Sepanjang orang tersebut bisa melakukan hal-hal yang berguna bagi hidup orang lain. Jadi kalian tidaklah harus berdebat untuk hal ini.” Tiba-tiba Ivan memberanikan diri untuk berbicara.
“Hei anak kecil tahu apa kamu” kata si Ibu guru. “kamu kan hanya anak SMU yang masuk dalam kategori anak-anak nakal yang masa depannya suram. Coba lihat lebam di pelipis kamu, pasti kamu baru saja tawuran kan?” lanjutnya. Ivan seakan mendapatkan temparan keras dari kata-kata si Ibu guru tadi.
Ia jadi teringat kata-kata guru BK yang sudah seringkali menasehatinya, kata-kata orang tuanya yang sepertinya sudah bosan menghadapi ulahnya. Ledekan teman-temannya dan banyak lagi pandangan negative terhadapnya.



Tiba-tiba semuanya bising. Ivan mendengar suara-suara bising seperti di jalan raya, tapi sekarang lebih tenang sedikit.
******************************
Jari Ivan mulai bergerak. Seno yang sedari tadi duduk menunggunya sambil menonton TV langsung beranjak dari duduknya dan mulai mengajak Ivan berbicara. “Van, kamu baik-baik aja kan?” tanyanya dengan nada prihatin. “Di mana nih Sen?” Tanya Ivan dengan suara serak. “Ini di rumahku, tadi kamu pingsan di trotoar. Untung aja aku lewat.”
“Sen, tadi ada bapak tentara, dokter, ibu guru sama seniman. Sekarang di mana mereka?” Tanya Ivan lagi. “kamu lagi ngomong apa sih? Di sini hanya ada aku, nggak ada lagi orang lain. Oh ya aku ambil minum dulu ya.” Kata Seno dan kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambilkan air minum kepada Ivan.
“Nih minum” beberapa saat kemudian Seno muncul sambil membawa segelas air putih. “Sen sekarang tanggal berapa ya?” Tanya Ivan. “sepuluh, emangnya kenapa?” “Ooow tanggal sepuluh ya? Pantas aja” gumam Ivan. “pantas kenapa?” Tanya Seno heran. “Nggak kok, eh Sen menurut kamu mana yang pantas disebut pahlawan? TNI, dokter, guru atau seniman?” “kamu baru aja mimpi tentang mereka ya? Dari tadi ngomongin mereka melulu. Kalau menurut aku sih para bukan hanya mereka yang layak disebut pahlawan. Pemulung sampah sekalipun pantas untuk disebut sebagai pahlawan, mereka juga kan turut berjasa bagi manusia. Memunguti sampah untuk didaur ulang. Mereka berjasa untuk mengurangi limbah yang dapat berakibat buruk bagi manusia. Dan tau nggak? Limbah itu bisa menyebabkan global warming, isu yang sedang hangat saat ini. Dan kamu tahu ozon semakin menipis dan lubang hitam semakin terbentuk, dan kamu tahu apa yang akan terjadi dengan Bumi?..........” “udah Sen, aku pusing denger ocehan kamu dari tadi”. Kata Ivan sambil memegangi belakang kepalanya.
“he he, tapi kenapa kamu jadi nanyain itu? Biasanya kan nanyanya ‘Sen udah belajar blom? Kasi contekan ya?’ “ celoteh Seno bercanda. “nggak kenapa-kenapa, ya udah deh aku balik ya, udah malam ntar orang tuaku nyariin lagi. “ Ivan beranjak dari sofa tempatnya tadi berbaring dan mengambil tasnya. “Tapi Van, emangnya kepala kamu udah gak sakit lagi?” “masih sakit sih, tapi aku pengen cepet-cepet pulang buat ngerencanain semuanya. Oke bro, dan thanks ya udah sudi buat ngerawat anak nakal ini”. Katanya sambil berjalan dengan penuh semangat. Meskipun perih di pelipisnya masih terasa.
*******************************
“pagi pak” sapa Ivan pada Pak Mugi satpam sekolah. “Pagi” jawab Pak Mugi heran, ia melirik jamnya. Gak salah ni? Biasanya tuh anak datengnya sejam lagi, tapi………… Pak Mugi berkata dalam hati dan terheran-heran sendiri. “Eh Van, ntar ada ulangan sejarah. Aku kasih contekan deh, sebagai rasa solider karena kamu lagi sakit.” Kata Seno sambil menepuk pundak Ivan. “Gak usah Sen, dapet nol, juga nggak apa-apa yang penting usaha sendiri.” Ivan menimpali dengam senyum khasnya. Seno terheran-heran melihat tingkah sobatnya. Ini bukan Ivan yang aku kenal, biasanya dia yang mohon-mohon dikasi contekan, eh sekarang mau dikasi gratis kok nolak? Kata Seno dalam hatinya. “Aku pengen jadi pahlawan Sen………. Dan semuanya harus dimulai dari hal kecil dengan kejujuran” kata Ivan kembali.
Karya : Amalia Tangdilambi (XI IPA 1)

K-Drama Secret Garden OST

- That Woman
- Sun Flower, Hyun Bin, ha Ji Won
- I only see you
- Will You Smile for Me
- Sweet Holiday
- Shout to the World
- CEO Kim Joo Won, Hyun Bin
-  She's leaving, Hyun Bin
- You're my everything
- Today more than yesterday
- Constellation of tears
- I only see you (joo won)
- secret garden