Malam ini rencananya mau bikin makalah tentang "perikanan", tugas dari kakak panitia pendamping magradika.. tapi mood untuk mengerjakan sedang tidak ada, google udah terbuka tapi kata kunci yang kuketik malah bukan yang akan mengarahkanku pada referensi makalah yang akan kubuat, jemariku malah bergerak sendiri menuliskan kata kunci "cerpen". malam ini sepertinya ada orang yang sedang sensitif, ya siapa lagi kalau bukan saya? rasanya mau nangis tapi tidak tau apa sebabnya. Yang terlintas dalam pikiranku hanya hal-hal sedih, bapak pemulung di dekat jembatan bidara cina, pengamen jalanan, kucingku yang kemarin baru mati.. saya berharap malam ini turun hujan, saya adalah orang yang sangat menyukai hujan, hujan membuat saya tentram.. kalau malam ini tidak, saya berharap besok sepanjang hari hujan. Keinginan saya agar hujan turun ini pasti tak lepas dari perasaan sensitif malam ini..
Pulau Sulawesi juga tak ketinggalan ikut dalam khayalanku, seandainya sekarang saya ada di sana, di rumah sederhana bersama mama dan bapak.. tapi demi masa depan yang lebih baik, saya harus bisa menahannya.. mau memencet nomor mama, tapi di sana sekarang pasti sudah pukul 11 lewat, mama pasti sudah tidur..
Hmmm... entah apa yang enak dilakukan malam ini agar perasaan bisa lebih baik..
Never regret a day in ur life, GOOD day give u HAPPINESS, BAD day give u EXPERIENCE, both are essential to life, all are GOD BLESSINGS....
Wednesday, September 28, 2011
Monday, September 26, 2011
"Proud to be Statictician"
setelah magradika kami diberi tugas oleh panitia pendamping untuk membuat essay "Proud to be Staticitician" dan hasilnya inilah essay yang bisa saya buat dengan mengeluarkan keringat, berjuang dengan sepenuh hati sampai titik darah penghabisan.. he he..lebay ya... yasuddd... langsung aja yah....
“PROUD TO BE STATICTICIAN”
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, nama sebuah perguruan tinggi yang baru terdengar di telinga saya ketika kelas 2 SMA, tak pernah terpikir untuk mendaftar bahkan bermimpi menjadi seorang statistisi sebelumnya. Tapi ternyata takdir saya adalah menjadi mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Statistik setelah saya lulus dari SMA Negeri 1 Polewali.
Saya akan menceritakan sedikit mengenai proses masuk di STIS. Waktu itu kami sedang ujian semester (Sabtu, Desember 2010), salah seorang guru saya masuk ke ruangan pada saat saya sedang asyik-asyiknya mengerjakan soal ujian, beliau mengumumkan tentang penerimaan mahasiswa baru STIS melalui jalur PMDK dan tesnya akan diadakan hari senin, saya pun ikut mendaftarkan diri. Kalau ditanya alasannya, mungkin jawabnya karena saya ingin memperbesar peluang diterima di perguruan tinggi.
Pada hari minggu, sehari sebelum tes saya membuka kembali buku teks matematika kelas 2 SMA dan mempelajari sedikit tentang statistic, karena perkiraan saya soal yang akan diujikan besoknya adalah soal-soal mengenai statistic, karena nama sekolanya “Sekolah Tinggi Ilmu Statistik”. Eh tak disangka ternyata tesnya sama sekali tidak ada yang mengenai statistic. Tes dimulai pukul 10 pagi, setelah sebelumnya dosen STIS, Pak Edi yang datang langsung ke daerah kami untuk mengadakan tes bercerita sedikit tentang apa itu STIS.
Tesnya berlangsung lumayan lama, dari jam sepuluh pagi sampai jam empat sore, waktu itu tesnya diikuti oleh 3 SMA yang ada di kabupaten Polewali Mandar. Bahan yang diujikan adalah tes psikologi. Jenis tes psikologinya lumayan banyak, ada yang mencocokkan gambar, memindahkan huruf dan nomor, menggambar, memilih antara A atau B yang menjadi karakter kita dan tes matematika yang dipelajari oleh anak SD, banyak orang yang mengatakan tes matematika itu adalah matematika dasar, tapi menurut saya itu bukan matematika dasar, tapi termasuk ke dalam tes psikologi, mengapa? Karena tes matematika dasar untuk ukuran anak kelas 3 SMA tidak mungkin semudah itu.
Tes pun berakhir dan kami semua pulang ke rumah untuk istirahat, setelah seharian duduk mengerjakan tes psikologi tersebut. Esok harinya saya dan teman-teman harus mengikuti ujian susulan karena kami tidak ikut ujian saat mengikuti tes jalur PMDK STIS. Setelah ujian semester berakhir, saya dan teman-teman yang ikut tes STIS masih harus disibukkan dengan mengurus berkas-berkas yang harus dikirimkan ke STIS, mulai dari fotocopy raport, keterangan peringkat, dan masih ada beberapa yang sudah saya lupa.. J. Setelah semuanya selesai barulah saya mempunyai waktu untuk libur, dan yang satu ini saya manfaatkan untuk mengunjungi nenek saya di kampung.
Pengumuman tes tahap I adalah tanggal 31 Januari, nama saya tertera di kertas pengumuman, saya sangat senang. Dalam benak saya sudah terbayang mimpi pergi ke Jakarta yang sebelumnya saya impi-impikan akan tercapai melalui lomba-lomba yang saya ikuti, tapi satu pun tidak ada yang bisa menwujudkan keinginan saya untuk menginjakkan kaki di Jakarta. Rangkaian tes belum berakhir di situ, setelah pengumuman tes tahap pertama kami masih harus mengikuti tes tahap kedua, yaitu tes kesehatan, dan puji Tuhan tanpa bercerita panjang lebar lagi saya dinyatakan lulus tes kesehatan, tapi dibalik rasa senang itu, kami juga bersedih setelah salah seorang teman kami dinyatakan tidak lulus tes kesehatan. Untuk teman kami yang satu ini semangat yah! Mungkin jalanmu bukan di sini, masih ada jalan lain yang bahkan lebih baik dari menjadi seorang statistisi yang telah dipersiapkan oleh Tuhan untukmu J.
Setelah tiba di Jakarta, mengikuti matrikulasi, jalan-jalan di akhir minggu bersama teman-teman, kemudian pulang kembali ke Sulawesi karena kami diberi libur lebih dari sebulan dan kemudian kembali lagi ke Jakarta, mengikuti rangkian pra magradika sampai magradika yang telah selesai, kini langkah kami untuk menjadi seorang statistisi semakin dekat saja. Rasanya sudah tak sabar mengenakan Pakaian Ikatan Dinas (PDA) STIS dengan warna biru cerahnya.
Kalau ditanya apakah saya bangga menjadi salah seorang dari Mahasiswa Baru STIS tahun ini, tentu saja saya akan menjawab bahwa saya sangat bangga. Rasa bangga dan senang saya mungkin tidak dapat terlukiskan hanya dengan kata-kata. Menjadi seorang statistisi memang bukanlah cita-cita saya sejak dulu, bahkan memikirkan pun tidak pernah. Tapi kini saya membuktikan sebuah kalimat yang mengatakan bahwa “Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Ia memberikan apa yang kamu butuhkan”. Mungkin saya memang sudah ditakdirkan menjadi mahasiswa STIS dan jika Tuhan berkehendak nantinya menjadi seorang statistisi yang bekerja pada Badan Pusat Statistik (BPS) dan menyajikan data apa adanya, objektif tanpa rekayasa, seperti lirik dalam Mars STIS.
Saya sering mendengar dari beberapa orang, khususnya dari kalangan mahasiswa yang mengatakan bahwa statistic itu sulit. Saya pernah membaca status seseorang di Facebook yang isinya kurang lebih seperti ini “Statistik STAN aja bikin saya muntah-muntah, gimana di STIS ya?”. Ya, seperti kata bapak ibu dosen pada saat Stadium General Magradika bahwa kuliah di STIS kami akan selalu diperhadapkan dengan matematika setiap harinya, ini mungkin akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami, kami yang sewaktu SMA hanya belajar matematika sebanyak dua kali pertemuan dalam seminggu, sekarang harus siap untuk menghadapinya setiap hari, dan bukan matematika biasa tapi matematika statistic yang banyak ditakuti oleh orang-orang.
Saat magradika kemarin, itu adalah saat-saat dimana kami harus memiliki manajemen waktu yang baik, kami harus mengerjakan seabrek tugas yang diberikan dan harus dikumpulkan keesokan harinya, bahkan sering sampai lupa makan, tapi setelah magradika saya jadi sadar mengenai satu hal bahwa mungkin akan seperti inilah kami saat berkerja nanti, sehingga kami harus mampu menjadi pribadi yang cekatan mengerjakan tugas tapi tidak lupa menjaga kesehatan. Pekerjaan menjadi seorang statistisi untuk saat ini mungkin masih sedikit awam bagi saya, saya belum tahu seperti apa kami ke depannya, apa saja yang akan kami lakukan, tapi seiring berjalannya waktu jika Tuhan mengijinkan saya menyelesaikan kuliah di STIS saya pasti akan mengerti. Sudah tidak sabar rasanya bekerja di BPS, apalagi ketika kami mengunjungi kantor pusat BPS beberapa hari yang lalu, saya sempat terharu melihat gedung besar itu apalagi ketika stadium general di auditorium lantai sepuluh, ketika itu pemberi materinya adalah Bapak Dr.Suryamin, M.Sc, beliau adalah sekretaris utama BPS RI, suatu kesempatan langka yang mebuat saya terharu.
BPS professional, integritas dan amanah. Ketiga hal itulah yang menjadi nilai-nilai BPS dan menjadi pondasi dalam menjalankan tugasnya. Sebagai mahasiswa STIS sekaligus calon statistisi ke depannya, kami tentunya harus memiliki semua nilai-nilai itu, oleh karena itu dibalik semua kebanggan bahwa nantinya jika Tuhan mengijinkan saya akan menjadi seorang statistisi, juga masih ada banyak hal lain yang harus saya miliki agar nantinya saya benar-benar menjadi PNS yang professional, integritas dan amanah.
Ke depannya saya berharap bisa memperbaiki segala kekurangan yang ada pada saya untuk bisa menjadi tenaga yang handal bagi BPS. Kata-kata “proud to be statistician” harus ditunjang oleh banyak hal baik dari segi akademik maupun perilaku. Jalan yang telah ditunjukkan oleh Tuhan ini harus saya gunakan sebaik-baiknya, seperti kata Prof. Dr. Abuzar Azra pada saat sharing alumni di auditorium BPS beberapa hari yang lalu, “jangan berpikir untuk membuat jus apel jika kamu memiliki buah jeruk”. Buah jeruk yang saya miliki sekarang, yaitu menjadi seorang mahasiswi STIS akan saya pergunakan sebaik-baiknya semampu saya agar saya benar-benar bisa mewujudkan kebanggaan saya menjadi seorang statistisi, bukan hanya bagi saya tapi bagi teman-teman, keluarga dan kedua orang tua yang selalu mendoakan saya.
Untuk masyarakat Indonesia, untuk pemerintah saya akan berusaha. Saya percaya bahwa BPS selalu menjunjung tinggi nilai-nilai professional, integritas dan amanahnya, karena mereka melakukan semuanya dari awal secara bersih, dimulai dari proses penerimaan mahasiswa-mahasiswi baru STIS yang mereka selenggarakan secara bersih saya percaya nantinya STIS juga akan mencetak tenaga professional bagi BPS yang bersih. Saya bangga menjadi bagian dari STIS dan BPS, semoga saya dapat mempersembahkan yang terbaik, Amin.
by : degree of freedom (METSTAT)
53 semangat!! 53 Jaya.......
he he.... skarang mau lanjut kerja tugas yang lain lagi........ semangat!!!!
Saturday, September 24, 2011
little about Magradika
Masuk Sekolah Tinggi Ilmu Statistik emang asik kalau dibayangkan, tapi kalau dijalani lumayan berat juga. Harus melalui pos Magradika dulu, Magradika adalah masa integrasi pendidikan kampus. Saya angkatan 53 STIS, jadi magradika yang saya jalani disebut magradika 53...
nah, ini dia nih logo magradika tahun ini...
Magradika 53 dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 20 September 2011, sebelum magradika ada kegiatan pra magradika pada tanggal 17 September. setelah pra magradika kami udah dikasi tugas yang banyak buat magradika, huffftt... lumayan capek ngerjain tugas sebanyak itu selama dua hari... tapi ternyata itu baru awalnya, setelah magradika dimulai ternyata saya hanya punya waktu buat tidur 2 jam sehari..... magradika hari pertama dimulai pukul 06.00, magradika hari pertama diisi dengan materi pengenalan STIS.. yang asik dari magradika ini adalah ketika kita disuruh mengeluarkan semua barang yang disuruh untuk dibawa, semua barang bawaan dikeluarkan satu persatu dan diangkat dengan tangan kanan dan tangan kiri... salah satu barang bawaan yang menarik adalah nasi 1 kepal, ikan masuk angin(ikan kembung.red), risoles.... (diberi label kotak makannya "makan siangku yang sehat dan ekonomis). semuanya harus habis kurang dari 1 menit, gilaaa.... saya mana kuat.. he he... mana minum airnya cuma 3 teguk lagi... di lain waktu saya akan ceritakan sedetil-detilnya abrang perlengkapan magradika itu...
hari kedua adalah hari paling menarik bagi saya, kami disuruh datang ke kantor BPS RI di jl.dr.sutomo jakarta pusat, harus hadir pukul 06.00 tepat di kantor pusat BPS itu, alhasil saya bangun jam 3.30 setelah sebelumnya tidur pukul 1.30, jadi tidurnya cuma sebentar ya..... he he he, tapi gpp deh kapan lagi bisa ngerasain kayak gini,,,kami berangkat naik angkot pukul 05.00 pagi.. sesampainya di kantor BPS kami naik ke auditoriumnya di lantai 10 dengan naik tangga.. ckckck lumayanlah olahraga naik tangga ke lantai sepuluh.... setelah pengenalan mengenai BPS, sharing alumni dan jalan2 keliling gedung kantor, kami pulang naik KOPAJA, saya pun tertidur di atas KOPAJA, mungkin karena semalam kurang tidur, jadi tidur di kopaja waktu itu terasa nikmaaaatt bangeett..... pulang ke kampus sore hari sebelum magradika hari kedua berakhir, inilah saatnya TIBUM (seksi ketertiban umum) beraksi ... mereka awalnya memuji kami yang tidak terlambat hadir di kantor BPS pusat pagi tadi, tapi ternyata mereka kecewa akan banyak hal lainnya, alhasil kami pun dimarah2i... hi hi.... tapi inilah serunya magradika..
magradika hari ketiga lebih asik lagi, karena narasumber yang hadir semuanya asik, salah satunya kak Rais yang kayaknya orang makassar memberikan motivasi, senam keseimbangan otak dari kak ima juga asik, plus acara nangis2an karena kami diputarkan video tentang orang tua yang belakangan saya tahu kalau video yang diputar waktu itu bukan yang direncanakan sebelumnya, tapi kami tetap nangis2... he he he.....
Magradika pun berakhir, dan saya kebagian gelombang ketiga untuk outbound...
intinya.... magradika tidak seseram yang saya dengar selama ini, magradika yang saya jalani tahun ini begitu asik dan saya merasakan betul manfaatnya, tentang manfaat ini akan saya ceritakan di lain waktu yaaaa....
JARGON MAGRADIKA : 53 SEMAGAT, 53 JAYA............!!!!!!!!!!!
nah, ini dia nih logo magradika tahun ini...
Magradika 53 dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 20 September 2011, sebelum magradika ada kegiatan pra magradika pada tanggal 17 September. setelah pra magradika kami udah dikasi tugas yang banyak buat magradika, huffftt... lumayan capek ngerjain tugas sebanyak itu selama dua hari... tapi ternyata itu baru awalnya, setelah magradika dimulai ternyata saya hanya punya waktu buat tidur 2 jam sehari..... magradika hari pertama dimulai pukul 06.00, magradika hari pertama diisi dengan materi pengenalan STIS.. yang asik dari magradika ini adalah ketika kita disuruh mengeluarkan semua barang yang disuruh untuk dibawa, semua barang bawaan dikeluarkan satu persatu dan diangkat dengan tangan kanan dan tangan kiri... salah satu barang bawaan yang menarik adalah nasi 1 kepal, ikan masuk angin(ikan kembung.red), risoles.... (diberi label kotak makannya "makan siangku yang sehat dan ekonomis). semuanya harus habis kurang dari 1 menit, gilaaa.... saya mana kuat.. he he... mana minum airnya cuma 3 teguk lagi... di lain waktu saya akan ceritakan sedetil-detilnya abrang perlengkapan magradika itu...
hari kedua adalah hari paling menarik bagi saya, kami disuruh datang ke kantor BPS RI di jl.dr.sutomo jakarta pusat, harus hadir pukul 06.00 tepat di kantor pusat BPS itu, alhasil saya bangun jam 3.30 setelah sebelumnya tidur pukul 1.30, jadi tidurnya cuma sebentar ya..... he he he, tapi gpp deh kapan lagi bisa ngerasain kayak gini,,,kami berangkat naik angkot pukul 05.00 pagi.. sesampainya di kantor BPS kami naik ke auditoriumnya di lantai 10 dengan naik tangga.. ckckck lumayanlah olahraga naik tangga ke lantai sepuluh.... setelah pengenalan mengenai BPS, sharing alumni dan jalan2 keliling gedung kantor, kami pulang naik KOPAJA, saya pun tertidur di atas KOPAJA, mungkin karena semalam kurang tidur, jadi tidur di kopaja waktu itu terasa nikmaaaatt bangeett..... pulang ke kampus sore hari sebelum magradika hari kedua berakhir, inilah saatnya TIBUM (seksi ketertiban umum) beraksi ... mereka awalnya memuji kami yang tidak terlambat hadir di kantor BPS pusat pagi tadi, tapi ternyata mereka kecewa akan banyak hal lainnya, alhasil kami pun dimarah2i... hi hi.... tapi inilah serunya magradika..
magradika hari ketiga lebih asik lagi, karena narasumber yang hadir semuanya asik, salah satunya kak Rais yang kayaknya orang makassar memberikan motivasi, senam keseimbangan otak dari kak ima juga asik, plus acara nangis2an karena kami diputarkan video tentang orang tua yang belakangan saya tahu kalau video yang diputar waktu itu bukan yang direncanakan sebelumnya, tapi kami tetap nangis2... he he he.....
Magradika pun berakhir, dan saya kebagian gelombang ketiga untuk outbound...
intinya.... magradika tidak seseram yang saya dengar selama ini, magradika yang saya jalani tahun ini begitu asik dan saya merasakan betul manfaatnya, tentang manfaat ini akan saya ceritakan di lain waktu yaaaa....
JARGON MAGRADIKA : 53 SEMAGAT, 53 JAYA............!!!!!!!!!!!
Friday, September 16, 2011
inget2 lagi masa lalu
Gak terasa yah sekarang saya udah kuliah, padahal dulu masih ingat banget waktu baru masuk TK, sebelum masuk TK setiap hari saya ikut mama ke kantor karena di rumah nggak ada yang nemenin. Karena bosan nongkrong di kantor mama terus saya bilang ke mama kalo saya mau sekolah, akhirnya mama masukin saya ke TK pertiwi di depan lapangan Pancasila Polewali meskipin umur buat masuk TK belum cukup, jadi deh saya duduk di bangku TK selama dua tahun sampai umur saya mencukupi buat masuk SD. Hmmm... masih ingat waktu itu, saya selalu nyobain baju SD baru saya di depan kaca, rasanya nggak sabar banget masuk sekolah.
Hal yang paling nggak bisa saya lupain waktusetiap tahun ajaran baru dimulai, hampir selama 6 tahun atau 6 kali tahun ajaran baru kami selalu datang pagi pagi sekali buat dapet tempat duduk di depan... he he he, kalau ingat itu jadi kangen banget...
Waktu mau masuk SMP juga kayak gitu, baju seragam SMP selalu saya cobain depan kaca, begitu juga dengan sepatu dan tasnya... waktu itu rasanya nggak sabar banget mau sekolah dan ketemu teman baru.
Dan akhirnya tibalah saat perpisahan... di bawah ini sedikit foto-foto perpisahan kami.. cekidoottt...
Pengalaman masuk SMA di SMA negeri 1 Polewali juga hampir mirip, tapi udah nggak kekanak-kanakan lagi kayak nyobain baju seragam dan senyum-senyum sendiri di depan kaca, he he he.....
Gak terasa sekarang saya dan teman-teman udah kuliah.. waktu memang tak membiarkan kita berleha-leha dengan masa lalu yang indah, dan waktu yang bekerja sama dengan takdir pun kini membawaku ke ibukota Jakarta, kota yang sumpek dengan kemacetannya tapi asik dengan mall mallnya... hi hi hi...
Saat libur bulan puasa lalu saya pulang ke Polewali dan inilah momen bersama teman-teman saat kami datang berlebaran (massiara) di rumah Ija yang sekarang udah jadi mahasiswa kedokteran gigi di Unhas.,, cekidotttt
foto-fotonya
Hal yang paling nggak bisa saya lupain waktusetiap tahun ajaran baru dimulai, hampir selama 6 tahun atau 6 kali tahun ajaran baru kami selalu datang pagi pagi sekali buat dapet tempat duduk di depan... he he he, kalau ingat itu jadi kangen banget...
Waktu mau masuk SMP juga kayak gitu, baju seragam SMP selalu saya cobain depan kaca, begitu juga dengan sepatu dan tasnya... waktu itu rasanya nggak sabar banget mau sekolah dan ketemu teman baru.
Dan akhirnya tibalah saat perpisahan... di bawah ini sedikit foto-foto perpisahan kami.. cekidoottt...
![]() |
| dari kiri ke kanan Indra, Ija, Amel, Evi... hi hi.. ternyata begini wajah kita waktu SMP |
![]() |
| di kelas IX D.... kangeeeennn |
![]() |
| kiri ke kanan Amel, Indra, Evi..... |
![]() |
| Semuanya masih pada imut.... ummi (paling kanan) beda banget yaa sama yang sekarang.. xixixixi |
![]() |
| di belakang tenda perpisahan, bukan tenda biru tapi tenda pink... he he |
Gak terasa sekarang saya dan teman-teman udah kuliah.. waktu memang tak membiarkan kita berleha-leha dengan masa lalu yang indah, dan waktu yang bekerja sama dengan takdir pun kini membawaku ke ibukota Jakarta, kota yang sumpek dengan kemacetannya tapi asik dengan mall mallnya... hi hi hi...
Saat libur bulan puasa lalu saya pulang ke Polewali dan inilah momen bersama teman-teman saat kami datang berlebaran (massiara) di rumah Ija yang sekarang udah jadi mahasiswa kedokteran gigi di Unhas.,, cekidotttt
foto-fotonya
![]() |
| paliiinngg keren semuanya.... |
![]() | ||
| dalam foto ini diannya kurang karna yang ngambil gak profesional... siapakah yang ngambil?? he he |
Wednesday, September 14, 2011
My Fave Korean Drama yang kelupaan
![]() |
| perlu diketahui bahwa ini sama sekali bukan drama porno..... he he he |
Wonderful Life
menceritakan tentang Han Seung Wan (diperankan oleh Kim Jae Won) dan Jung Se Jin (diperankan oleh Eugene) mereka bertemu di Singapura karena takdir, setidaknya begitu saya menyebutnya.... dan takdir itupun membawa mereka mabuk bersama dan akhirnya tak sengaja mengalami "Kecelakaan".... he he he, kalo kecelakaan yg ini saya nggak bisa cerita lebih lanjut, dimnegerti aja yaaa...
Setelah kembali ke Korea, mereka berpisah dan tidak pernah bertemu lagi karena sebelumnya mereka telah sepakat untuk melupakan dan menganggap kejadian di Singapur tidak pernah terjadi.. tapi takdir berkata lain Se Jin ternyata hamil dan akhirnya melahirkan seorang bayi yang diberi nama Sin Bi, dia memutuskan untuk membesarkannya sendiri...
tapi, kakak Se Jin memberitahu keluarga Seung Wan bahwa Seung Wan telah memiliki anak dengan Se Jin, dan singkat cerita mereka pun menikah setelah SIn Bi berusia beberapa bulan... he he he.
Mereka tinggal serumah dan cerita lucu n menarik pun berlanjut... he he he... pokoknya ceritanya seru deh, apalagi setelah Sin Bi agak besar. cerita mulai sedih ketika Sin Bi ternyata mengidap suatu penyakit......
![]() | ||
| Seung Wan dan Se Jin saat di Singapore.... hi hi.. takdir mempertemukan mereka |
![]() |
| Han Sin Bi (anak Seung Wan dan Se Jin), kayaknya nama aslinya Jung Da Bin.. hi hi.. ni anak imut banget yaaa... mungkin sekarang udah gede..... |
Sunday, September 11, 2011
5 Jam Merpati Membuat Kami Kering di Ruang Tunggu Bandara
Tiga hari yang lalu, saya dan teman saya Evi berangkat dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Jakarta.. Kepulangan setelah bermalas-malas ria di Polewali selama sebulan lebih itu menjadi begitu menyebalkan karena ketidak profesionalan pihak Merpati, setidaknya begitu saya menyebutnya "KETIIDAK PROFESIONALAN".. kalau ada yang tidak suka silahkan tinggalkan komentar di bawah.
perjalanan menyebalkan ini dimulai dari ketika kami check in dan petugas memberitahu bahwa pesawatnya ditunda satu jam yang awalnya berangkan jam 4 sore berubah menjadi jam 5, katanya mereka sudah menelepon untuk memberi tahu, yang mengangkat telepon adalah bapak R yang kemudian saya ketahui bahwa Bapak R itu adalah pihak Travel tempat saya membeli tiket, Ketidak profesionalannya memang belum dimulai dari sini, karena menurut saya ini adalah kesalahan pihak travel yang tidak menulis nomor HP saya saat booking tiket padahal saya sudah memberikan jadi pihak Merpati bukan menghubungi orang yang mau berangkat tapi ke travel, jadi deh saya nggak tau dan check in lebih cepat sehingga kami harus menunggu lebih lama di ruang tunggu, tapi sampai di sini saya pikir nggak papa lah cuma satu jam. Tapi ada satu yang harus diketahui pada saat Check ini nomor penerbangan kami diganti dari MZ 781 menjadi MZ 803.
Hal menyebalkan ini berlanjut ketika sudah jam 5 tapi kami belum dipanggil juga, dan belakangan diketahui bahwa kami akan berangkat jadi jam 7 malam, jadi delaynya kalo digabung jadi 3 jam deh.... waktu itu petugas Merpati sudah mencatat nama kami... karena sudah lapar, teman saya Evi sambil bercanda ngomong ke petugasnya kalau kita lapar dan mau makan, trus petugasnya nanyain ke petugas yang lain dan tak lama kemudian datang dan bilang "Tunggu sebentar, makanannya segera datang" tapi lama ditunggu nggak dateng2 tuh makanan, bukannya apa, soalnya waktu pulang sebulan yang lalu dari bandara Soetta dengan pesawat merpati juga waktu delay 1 jam kami dikasih makan dan minum tuh, tapi ini udah 3 jam kok nggak ada?? akhirnya kami memutuskan untuk membeli makanan sendiri.
Pas selesai makan, bapak yang satu penerbangan dengan kami datang memberi tahu bahwa penerbangannya ditunda sampai jam 8.55.... whaattt??? gila jadi total delaynya 5 jam?? ckckckck sungguh terlalu.. waktu demi waktu dan kami pun menunggu. sebagian penumpang sudah mengomel dan meminta pertanggung jawaban petugas, delay lebih dari 4 jam itu harusnya dapat kompensasi, tapi katanya bosnya bilang undang-undang yang mengatur tentang itu masih sosialisasi jadi nggak ada kompensasi, dan kami menunggu selama 5 jam tanpa ada cemilan atau apapun, padahal ini kan bukan kesalahan kami,s etidaknya pihak Merpai menunjukkan bahwa mereka itu profesional dong, masa kami dibiarkan terlantar tanpa pelayanan yang memadai?? mungkin bagi kami yang masih anak sekolah nggak masalah menunggu lama karena perkuliahan belum dimulai tapi bagi yang puna kesibukan atau bisnis gimana? waktu 5 jam itu banyak yang bisa dikerjakan
Dan akhirnya pesawat merpati pun tiba, kami akan segera berangkat..... tapi pada saat akan menaiki pesawat, tiba2 kami penumpang dengan nomor penerbangan MZ 803 akan diganti tiketnya dengan penerbangan MZ 761 dan katanya mereka meminta tiket check ini itu diserahkan pada mereka, tapi ibu-ibu yang senasib dengan kami bilang jangan diserahkan karena mereka mau menghilangkan bukti bahwa penerbangan kami telah tertunda selama berjam-jam... banyak penumpang yang kesal bukan main, gimana nggak? mereka menunda penerbangan dan tidak ada permintaan maaf sepatah kata pun.. sopan banget ya pihak Merpati ini?? belajar ilmu etika dari mana?? dari Yunani sama anggota DPR bang n mbak??
Ke depannya saya berharap Merpati bisa memperbaiki ini dan tidak membuat pelanggannya lari, maskapai pemerintah harusnya memberikan pelayanan yang baik untuk rakyat dong........
perjalanan menyebalkan ini dimulai dari ketika kami check in dan petugas memberitahu bahwa pesawatnya ditunda satu jam yang awalnya berangkan jam 4 sore berubah menjadi jam 5, katanya mereka sudah menelepon untuk memberi tahu, yang mengangkat telepon adalah bapak R yang kemudian saya ketahui bahwa Bapak R itu adalah pihak Travel tempat saya membeli tiket, Ketidak profesionalannya memang belum dimulai dari sini, karena menurut saya ini adalah kesalahan pihak travel yang tidak menulis nomor HP saya saat booking tiket padahal saya sudah memberikan jadi pihak Merpati bukan menghubungi orang yang mau berangkat tapi ke travel, jadi deh saya nggak tau dan check in lebih cepat sehingga kami harus menunggu lebih lama di ruang tunggu, tapi sampai di sini saya pikir nggak papa lah cuma satu jam. Tapi ada satu yang harus diketahui pada saat Check ini nomor penerbangan kami diganti dari MZ 781 menjadi MZ 803.
Hal menyebalkan ini berlanjut ketika sudah jam 5 tapi kami belum dipanggil juga, dan belakangan diketahui bahwa kami akan berangkat jadi jam 7 malam, jadi delaynya kalo digabung jadi 3 jam deh.... waktu itu petugas Merpati sudah mencatat nama kami... karena sudah lapar, teman saya Evi sambil bercanda ngomong ke petugasnya kalau kita lapar dan mau makan, trus petugasnya nanyain ke petugas yang lain dan tak lama kemudian datang dan bilang "Tunggu sebentar, makanannya segera datang" tapi lama ditunggu nggak dateng2 tuh makanan, bukannya apa, soalnya waktu pulang sebulan yang lalu dari bandara Soetta dengan pesawat merpati juga waktu delay 1 jam kami dikasih makan dan minum tuh, tapi ini udah 3 jam kok nggak ada?? akhirnya kami memutuskan untuk membeli makanan sendiri.
Pas selesai makan, bapak yang satu penerbangan dengan kami datang memberi tahu bahwa penerbangannya ditunda sampai jam 8.55.... whaattt??? gila jadi total delaynya 5 jam?? ckckckck sungguh terlalu.. waktu demi waktu dan kami pun menunggu. sebagian penumpang sudah mengomel dan meminta pertanggung jawaban petugas, delay lebih dari 4 jam itu harusnya dapat kompensasi, tapi katanya bosnya bilang undang-undang yang mengatur tentang itu masih sosialisasi jadi nggak ada kompensasi, dan kami menunggu selama 5 jam tanpa ada cemilan atau apapun, padahal ini kan bukan kesalahan kami,s etidaknya pihak Merpai menunjukkan bahwa mereka itu profesional dong, masa kami dibiarkan terlantar tanpa pelayanan yang memadai?? mungkin bagi kami yang masih anak sekolah nggak masalah menunggu lama karena perkuliahan belum dimulai tapi bagi yang puna kesibukan atau bisnis gimana? waktu 5 jam itu banyak yang bisa dikerjakan
Dan akhirnya pesawat merpati pun tiba, kami akan segera berangkat..... tapi pada saat akan menaiki pesawat, tiba2 kami penumpang dengan nomor penerbangan MZ 803 akan diganti tiketnya dengan penerbangan MZ 761 dan katanya mereka meminta tiket check ini itu diserahkan pada mereka, tapi ibu-ibu yang senasib dengan kami bilang jangan diserahkan karena mereka mau menghilangkan bukti bahwa penerbangan kami telah tertunda selama berjam-jam... banyak penumpang yang kesal bukan main, gimana nggak? mereka menunda penerbangan dan tidak ada permintaan maaf sepatah kata pun.. sopan banget ya pihak Merpati ini?? belajar ilmu etika dari mana?? dari Yunani sama anggota DPR bang n mbak??
Ke depannya saya berharap Merpati bisa memperbaiki ini dan tidak membuat pelanggannya lari, maskapai pemerintah harusnya memberikan pelayanan yang baik untuk rakyat dong........
Saturday, September 03, 2011
Hujan
Pagi ini, indaaaaahhhh sekali.. saat saya mulai terjaga dari tidur panjang semalam saya merasakan ada rintik-rintik hujan yang jatuh di atas atap dan menimbulkan suara khasnya, hmmm.... bagi saya tak ada yang lebih indah daripada hujan di pagi hari, ha ha mungkin orang akan bilang saya ini pemalas, orang yang suka hujan di pagi hari itu kan pasti ngarepinnya supaya bisa meringkuk terus di balik selimut dan melanjutkan tidur sampe hujannya berenti.. tapi biarlah orang mau berkata apa, yang penting saya suka.
Saya juga suka bau tanah saat hujan, menimbulkan bau yang khas yang membuat hati tentram... ha ha... ada ada aja..
Tapi, memang benar, pagi ini begitu indah, sambil menyeruput segelas teh saya berdiri memandang keluar jendela, di samping rumah pohon pisang dengan warna daun hijau mudanya membuat mata saya terasa sejuk memandangi daunnya yang basah oleh hujan subuh tadi..
Terima kasih Tuhan untuk berkat keindahan Mu hari ini, semoga hujan subuh tadi dapat membawa berkat bagi kami.. he he.... Dan karena sekarang hari minggu, berarti kami akan pergi ke rumahMu untuk memuji dan memuliakan namaMu... sertailah kami ya Tuhan, jauhkanlah saya dari godaan mengantuk saat dengar khotbah di gereja nanti... he he...
Saya juga suka bau tanah saat hujan, menimbulkan bau yang khas yang membuat hati tentram... ha ha... ada ada aja..
Tapi, memang benar, pagi ini begitu indah, sambil menyeruput segelas teh saya berdiri memandang keluar jendela, di samping rumah pohon pisang dengan warna daun hijau mudanya membuat mata saya terasa sejuk memandangi daunnya yang basah oleh hujan subuh tadi..
Terima kasih Tuhan untuk berkat keindahan Mu hari ini, semoga hujan subuh tadi dapat membawa berkat bagi kami.. he he.... Dan karena sekarang hari minggu, berarti kami akan pergi ke rumahMu untuk memuji dan memuliakan namaMu... sertailah kami ya Tuhan, jauhkanlah saya dari godaan mengantuk saat dengar khotbah di gereja nanti... he he...
Subscribe to:
Posts (Atom)












